Sabtu, 06 September 2014

(MEMORI) CINTA YANG ABADI | Resensi Buku

Sampul Buku
Contoh resensi, contoh resensi buku, contoh resensi film, contoh resensi novel, contoh resensi buku pelajaran


(MEMORI) CINTA YANG ABADI

Judul           : Memorabilia dalam Keabadian
Penulis        : Laila Nurazizah
Penerbit      : Matapena
Tahun          : I, Juli 2010
Tebal           : VIII + 152 Halaman
ISBN          : 979-25-5316-9

“Kenapa kita punya rasa rindu? Karena kita mengingat memori dan membuat kita merindukan memori itu. Lalu, bagaimana kalau kita tidak punya memori?” (halaman 109).

Perjalanan kisah romansa saat remaja sangat menarik untuk diingat dan diputar kembali. Kehidupan remaja mungkin menjadi kenangan yang paling berkesan. Apalagi kenangan itu berbumbu dengan percintaan. Dan tentunya setiap orang memiliki pengalaman memori yang berbeda. contoh resensi buku
contoh resensi buku
Sekalipun itu hanya memori, tetapi jika menyangkut perasaan tentu itu merupakan hal yang sangat berkesan. Cerita romansa remaja itu akan kita dapatkan dalam novel bertajuk “Memorabilia dalam Keabadian”. Dari judul saja kita dapat menerka isi atau cerita dari novel yang satu ini. Tentu menyangkut kenangan (memori) percintaan seorang remaja.
Dalam menjalani cerita percintaan tentu tak selamanya manis dan penuh bunga keindahan. Tapi juga tak selamanya terus menyakitkan dan penuh derita. Namun, akhir dari sebuah percintaan mungkin rasa yang paling pahit. contoh resensi buku
Dan hal itulah yang dirasakan oleh Sekar. Sekar merupakan sosok perempuan yang selalu memutarkan memori-memori kehidupan percintaannya. Seolah dia enggan untuk melepas memori tersebut. Perempuan kelas XII ini juga harus menerima kekasihnya berpaling kepada perempuan lain. Hal yang lebih menyakitkan justru pacarnya selingkuh dengan sahabat dekatnya.
Namanya adalah Lara. Satu sisi Lara terjebak dalam kubangan perasaan cinta. Lara tak mau kehilangan sosok pria bernama Rama. Saat bersamaan, dia merasa sangat bersalah karena telah mencintai pria yang juga dicintai sahabatnya, Sekar. Padahal, sebelumnya, mereka bagaikan keluarga. Mereka saling tertawa bersama saat di ruang kelas. Kemana-mana selalu bersama. Saat Sekar menjalin kasih dengan Rama, Lara memang sudah merasa iri melihat kemesraan mereka berdua. contoh resensi buku
Saat ini yang tersisa dan dimiliki Sekar adalah memori dan sebuah boneka lucu pemberian Rama. Saat itulah perempuan puitis ini tidak dapat melepaskan memori indah saat bersama Rama. Dan tentunya, mengunjungi tempat-tempat favorit saat berdua, salah satunya adalah sebuah kafe yang terletak di pinggiran kota Jakarta. contoh resensi buku
Kafe itu menjadi tempat memori yang membuat perempuan yang aktif di tabloid sekolah ini tak pernah menyentuh cappuccino. Memori yang membawanya berevolusi menjadi perempuan pencinta black coffe (halaman 40). Karena dia merasa hidupnya bagaikan warna kopi yang hitam pekat. contoh resensi buku
Sebetulnya Sekar telah menemukan sosok pria yang dapat menghapus bayang-bayang Rama. Namun, saat Sekar membuka harapan itu kepada salah satu pelayan kafe favoritnya. Pria itu pun keburu meninggalkannya sebelum Sekar menyatakan isi hatinya. contoh resensi buku
Akhirnya, Sekar pun merasakan kesunyian itu datang kembali menghampirinya. Lagi-lagi di kafe itu, ia kehilangan sosok pria yang dapat menghibur kesedihannya. Pria yang dapat menghapus bayangan Rama dalam hidupnya. Namun, itulah perjalanan hidup, terkadang yang kita harapkan itu belum tentu yang terbaik untuk kita. Dan Sekar harus merasakan kesunyian itu kembali menghampiri hidupnya. contoh resensi buku
Pada bagian “Rindu & Memori (Sekar & Rama)”, dikisahkan Sekar terkapar di rumah sakit. Yang lebih menyedihkan adalah dia mengalami hilang ingatan. Padahal, Sekar sangat menjaga memori itu agar terus berputar disela-sela kerinduannya terhadap cintanya. Namun memori indah yang dijaga selama ini hilang begitu saja. Terkait dengan masalah rindu, terdapat kalimat yang menarik untuk disimak. “Partikel kerinduan ternyata bukan hanya datang karena kita mengingat memori. Tapi juga datang karena kita menyadari memori yang kita miliki sudah hilang.” (halaman 116-117). contoh resensi buku

Sekar terkaget-kaget saat melihat orang-orang asing yang menangis di sekelilingnya. Terutama sosok pria yang menyapa pertama kali, saat Sekar membuka kelopak matanya. Tak ada memori yang tersisa, dia tak mampu mengingat apapun sejak saat itu (halaman 110). 
Saat detik-detik terakhir, Sekar mengatakan bahwa memori tetap menjadi sebuah memori. Memori akan selalu membawa kita untuk merasakan rindu. Tapi, jangan jadikan kerinduan ini melumpuhkan kita. Maka, teruslah berjalan tanpa menghalangi jalan yang sama. (halaman 134).
Pada bagian  “Surat Kecil dari Buda (Bunda Sekar)” barulah dapat diketahui bahwa Sekar mengalami koma dan hilang ingatan disebabkan kecelakaan. Ayah bilang bunda harus kuat. Karena kamu (Sekar) juga kuat. Kamu pasrah menghadapinya, dan kepasrahanmu menjadi obat penahan sakitmu. Itulah surat curahan hati Ibunda Sekar saat merasakan kerinduan atas kepergian Sekar ke Haribaan-Nya. contoh resensi buku
Novel ini cocok dibaca oleh para remaja yang hendak mengetahui makna persahabatan, rindu dan cinta. Tiga kata itu menjadi kunci dalam cerita novel yang ditulis oleh Laila Nurazizah. Selain itu, di dalamnya penuh dengan romansa percintaan remaja. Tapi juga diselingi dengan lika-likunya yang akan membawa kita ke dalam hipnotis dan menimbulkan rasa terharu yang sangat luar biasa. Jadi, walaupun sudah berkali-kali membaca novel ini akan menghanyutkan perasaan kita pada ambang keterharuan dan kesedihan. contoh resensi buku
Selain dengan alur cerita yang apik dan menawan, pembaca juga akan mendapatkan VCD Sountrack Novel Memorabilia secara gratis saat membeli buku ini. Jadi, akan menambah penghayatan kita dalam membaca novel ini sambil mendengarkan lagu-lagu yang indah. contoh resensi buku
Contoh resensi, contoh resensi buku, contoh resensi film, contoh resensi novel, contoh resensi buku pelajaran
source : belajar-resensibuku.blogspot.com

keyword pencarian terkait :

  • Contoh resensi
  • Contoh resensi buku
  • Contoh resensi film
  • Contoh resensi novel
  • Contoh resensi buku pelajaran
  • Resensi novel perahu kertas
  • Resensi novel surat kecil untuk tuhan
  • Resensi novel negeri 5 menara
  • Resensi novel dealova
  • Resensi novel refrain
  • Resensi novel 5cm
  • Resensi novel twilight
  • Pengertian resensi
  • Unsur unsur resensi
  • Pengertian resensi buku
  • Unsur resensi
  • Resensi buku terbaru
  • Tujuan resensi
  • Apa itu resensi

Biografi Ibnu Khaldun: Kehidupan dan Karya Bapak Sosiologi Dunia | Resensi Buku


Cover Buku
Contoh resensi, contoh resensi buku, contoh resensi film, contoh resensi novel, contoh resensi buku pelajaran

Judul buku               : Biografi Ibnu Khaldun: Kehidupan dan Karya Bapak Sosiologi Dunia
Penujlis                     : Muhammad Abdullah Enan
Penerjemah               : Machnun Husein
Penerbit                    : Zaman, Jakarta
Cetakan                    : I, 2013
Tebal                        : 224 Halaman
ISBN                        : 978-979-024-342-5


Ibnu Khaldun adalah seorang ulama dan cendikiawan muslim yang sangat dikenal di dunia. Pemikiran serta karya - karyanya tidak hanya dikaji oleh kalangan muslim saja, tetapi juga dikagumi oleh ilmuwan - ilmuwan di luar islam.
Warisan intelektual Ibnu Khaldun terhitung unik. Buku berjudul "Biografi Ibnu Khaldun: Kehidupan dan Karya Bapak Sosiologi Dunia" ini bercerita tentang seorang Ibnu Khaldun. Adalah Muhammad Abdullah Enan yang menulis buku ini sebagai apresiasinya terhadap warisan ilmu pengetehuan yang ditinggalkan Ibnu Khaldun. Tentu saja, ungkapan karya seni ini belumlah sebanding dengan sumbangan ilmu pengetahuan dari tokoh sosiologi dunia ini.

Tokoh yang hidup pada abad 8 H ini dilahirkan di Tunisia. Setelah wabah penyakit menyerang tanah kelahirannya, Ibnu Khaldun memutuskan untuk hijrah ke Afrika Utara. Peristiwa itu mengakibatkan kedua orang tuanya, para gurunya, dan sebagian warga Tunisia meninggal dunia.
Sejak kepindahan Bani Khaldun ke Afrika pada pertengahan abad ke 7 H. Mereka mendapatkan perlindungan dari Bani Hafs. Dan menduduki jabatan-jabatan penting dan terhormat. Namun, saat Bani Hafsiyyah mengalami kejatuhan Bani Khaldun pun mengalami kemunduran material.
Semenjak kejatuhan itu, Ibnu Khaldun sering melakukan lobi-lobi politik kepada siapa saja raja yang berkuasa. Ia hendak mengembalikan kejayaan Baninya dalam menduduki posisi strategis dalam pemerintahan. Sekalipun harus berkhianat kepada raja yang kalah dalam berperang atau raja sebelumnya.
Gairah intelektualitas Ibnu Khaldun didukung dengan perkembangan gerakan intelektual dalam sejarah Afrika Utara. Kemajuan keilmuan itu bergerak antara wilayah Afrika Utara sampai Andalusia atau Spanyol. Kemajuan itu tidak lepas dari peran dari Bani Hafs dan Bani Marin.
Ketika Ibn Tafrakin mengangkat Ibnu Khaldun sebagai sekretaris pribadi untuk tawanannya, Sultan Abu Ishaq. Ibnu Khaldun memanfaatkan kesempatan pertama untuk masuk ke kehidupan kenegaraan. (halaman 29). Sejak saat itu, Ibn Khaldun menjadi tokoh terkenal dalam sejarah negara-negara di Afrika Utara.

Dua tahun setelah diangkat di Istana Fez, ambisi Ibn Khaldun mendorongnya untuk melibatkan diri dalam intrik-intrik politik. Bermula dari sinilah Ibn Khaldun mengalami hidupnya dengan jatuh bangun
Dalam perjalanannya, Ibnu Khaldun banyak mengarungi berbagai daerah. Untuk memenuhi segala ambisi itu. Ibnu Khaldun melakukan lobi-lobi politik dari satu sultan ke sultan yang lain. Berangkat dari satu dinasti ke dinasti lain yang dianggap menguntungkan secara politis. Seiring tumbangnya satu kerajaan, dan berdiri tegak kerjaan lainnya. Ibnu Khaldun
Banyak orang yang terpukau dan terhipnotis melalui lobi-lobi politik yang dilancarkannya. Dalam meredam masyarakat atau suku tertentu. Baik untuk patuh pada penguasa baru, maupun dalam membuat luluh lawaan-lawan  politiknya.
Setelah melewati perjalanan politik yang berliku. Meraih jabatan dari kerajaan satu dan ditumbangkan kerajaan lainnya. Bahkan, tidak jarang mendapat hukuman penjara dari lawan politiknya. Pada tahun 776 H/ 1374 M Ibnu Khaldun merasa jenuh dengan basa-basi politik yang dijalaninya selama ini. Ibn Khaldun

Ibnu Khaldun menghabiskan waktu dua tahun di tempat yang jauh dan sepi. Pada usia 45 tahun itulah Ibn Khaldun menggunakan masa jeda dari perpolitikannya untuk belajar dan menulis. Di masa situlah Ibnu Khaldun mulai menulis Muqaddimah-nya. Kitab itu selesai dalam waktu lima bulan, tepatnya pada pertengahan 779 H/ 1377 M. (halaman 70). Ibn Khaldun
Selain itu, saat mengingat Ibn Khaldun yang terlintas adalah Muqaddimah. Namun, perjalanan panjang yang dilewati Ibn Khaldun itulah yang pada akhirnya melahirkan karya fenomenal tersebut. Buku ini memberikan jawaban (data-data) untuk utmenelusurinya.
Uraian kehidupan Ibnu Khaldun disajikan secara sederhana. Tetapi tidak kehilangan esensi dari sebuah buku biografi. Buku ini ditulis dengan ketelitian dan peninjauan ulang terhadap hal-hal yang menarik dan bermanfaat. Ibn Khaldun

Penulisnya berusaha menghindari polemik serta perbandingan-perbandingan yang rumit. Sehingga para pembaca dapat memahami dengan mudah isi tulisan dan akan menikmati alurnya. Fase-fase kehidupan dan aktivitas kenegaraan Sang Sejarawan di beberapa Negara dan Istana Afrika Utara terekam dengan apik dalam buku ini. Ibn Khaldun

resensi buku online. resensi  buku ibnu khaldun. resensi buku lengkap online
Contoh resensi, contoh resensi buku, contoh resensi film, contoh resensi novel, contoh resensi buku pelajaran

keyword pencarian terkait :

  • Contoh resensi
  • Contoh resensi buku
  • Contoh resensi film
  • Contoh resensi novel
  • Contoh resensi buku pelajaran
  • Resensi novel perahu kertas
  • Resensi novel surat kecil untuk tuhan
  • Resensi novel negeri 5 menara
  • Resensi novel dealova
  • Resensi novel refrain
  • Resensi novel 5cm
  • Resensi novel twilight
  • Pengertian resensi
  • Unsur unsur resensi
  • Pengertian resensi buku
  • Unsur resensi
  • Resensi buku terbaru
  • Tujuan resensi
  • Apa itu resensi