Selasa, 09 September 2014

Mengulas Isi Buku Rich Dad Poor Dad | Resensi Buku

Cover Buku

Contoh resensi, contoh resensi buku, contoh resensi film, contoh resensi novel, contoh resensi buku pelajaran
Saya ingin menyampaikan point-point pikiran Robert T Kiyosaki yang disampaikan melakui buku-bukunya. Pelajaran personal finance dari Robert T Kiyosaki didirikan dan dikembangkan berdasarkan kisahnya tentang ayah kayanya (rich dad) dan ayah miskinnya (poor dad) yang ditulis secara rinci pada buku pertamanya Rich Dad Poor Dad. Kiyosaki membandingkan pandangan-pandangan hidup kedua ayahnya yang sukses dibidang masing-masing, akan tetapi mempunyai hasil yang berbeda dalam hal kesuksesan finansial. Buku ini menjadi best seller di bidang personal finance, dan saya mengamati, sejak pertama kali diterbitkan sampai dengan sekarang ini, buku-buku seri Kiyosaki masih dengan mudah kita temui di toko-toko buku. Memang kisah ini masih menuai pro kontra terkait dengan keontentikan kisah ayah kayanya. Pada kesempatan ini saya tidak ingin membahas pro kontra hal ini, akan tetapi mengambil hikmah dari kisah-kisah yang mencerahkan dan membangkitkan motivasi. contoh resensi buku
Berdasarkan cerita Kiyosaki, dia dilahirkan dari sebuah keluarga yang terpandang di Hawai, terutama dalam bidang pendidikan dan menjadi kepala dinas pendidikan di Hawai pada waktu itu. Ayah kandungnya adalah seorang berpendidikan tinggi dan sangat cerdas. Ayahnya mendapat pendidikan sampai Ph.D kemudian dilanjutkan ke Stanford University, University of Chicago dan Nothwestern University. Untuk pendidikan tingginya ,semua dibiayai oleh beasiswa. Kiyosaki dalam kisahnya menyebut ayah kandungnya sebagai ayah yang miskin (poor dad), karena meskipun sukses dalam pendidikan dan karir, pada akhir hidupnya meninggalkan banyak hutang dan tidak kaya. Sedangkan ayah satunya adalah bukan ayah kandungnya akan tetapi ayah dari temannya, yang darinya Kiyosaki banyak belajar tentang filosofi uang dan kebebasan finansial. Ayah kayanya (rich dad) tidaklah memiliki pendidikan setinggi ayah miskinnya, bahkan tidak lulus pendidikan tingkat 8 nya ( SLTP mungkin kalau di Indonesia) . Akan tetapi diakhir hidupnya, dia menjadi orang terkaya di Hawai. Keduanya adalah orang yang sukses dibidangnya, akan tetapi didalam kebebasan finansial, keduanya berakhir dengan hasil yang berbeda. contoh resensi buku
Pada saat ayah kayanya belum kaya dan ayah miskinnya belum miskin, kedua orang ayahnya adalah orang yang berusaha keras untuk sukses di bidangnya. Ayah miskinnya bekerja keras di jalur pendidikan dan ingin hidup tenang sebagai pegawai pemerintahaan yang baik, sedang ayah kayanya berusaha keras membangun kerajaan bisnisnya. Kedua ayah Kiyosaki ini memiliki cara pandang yang sangat berbeda terkait uang, pengelolaan, dan tujuan finansialnya. Ayah miskinnya mengatakan bahwa mencintai uang adalah sumber dari segala setan, sedangkan ayah kayanya mengatakan bahwa kehabisan dan kekurangan uang adalah sumber dari setan. Ayah miskinnya mengatakan bekerjalah dengan keras, dapatkan pekerjaan yang baik dan capailah karir setinggi-tingginya, sedang ayah kayanya menyarankan agar segera membangun aset dan mencapai kebebasan finansial (finansial freedom). contoh resensi buku
Ayah miskinnya, hanya sedikit menyinggung tentang uang dan bagaimana memperolehnya, sedang ayah kayanya setiap hari mengasah otaknya dengan kecerdasan finansial dan mengembangkan bisnisnya. 
contoh resensi buku
Berikut beberapa perbedaan pandangan ayah miskin (PD) dan ayah kaya (RD)Kiyosaki terkait tentang uang dan kebebasan finansial : contoh resensi buku
1. PD : Rumah adalah aset
RD : Rumah yang ditinggali adalah liabilitas.
Rich dad mengatakan, jika kamu berhenti bekerja saat ini, aset akan memasukkan uang kedalam kantongmu, sedangkan liabilitas mengambil uang dari kantongmu. Seringkali orang biasa mengatakan liabilitas sebagai aset, dan ini adalah pelajaran pertama kalau ingin kaya, harus bisa membedakan mana aset dan mana liabilitas. 
contoh resensi buku
2. PD : Saya tidak mampu untuk melakukannya
RD : Apa yang saya lakukan agar mampu?
Pernyataaan saya tidak mampu melakukannya akan mematikan otak kita, dengan pertanyaan yang tepat, pikiran akan terbukan dan akan berusaha menemukan jawabannya.
3. PD : Alasan saya tidak kaya karena kamu nak
RD : Alasan saya harus menjadi kaya karena memiliki kamu nak.
4. PD : Saya tidak tertarik dengan uang
RD : Uang adalah power
5. PD : Apabila berkaitan dengan uang, jangan mengambil resiko, bermainlah dengan aman saja
RD : Belajarlah untuk mengelola resiko.
6. PD : Bayar aku yang terakhir.
RD : Bayar aku yang pertama.
Ayah kayanya selalu mengambil keuntungan dari pendapatannya dan meletakkan uang itu kedalam account investasi yaitu untuk membeli aset-aset dia. Ayah miskinnya membelanjakan semua uangnya pertama dan tidak pernah terpikir untuk berinvestasi.
7. PD : Konsentrasilah pada pendidikan. contoh resensi buku
RD : Fokuslah pada kecerdasan finansial sebagaiman juga kecerdasan akademik.
8. PD : Belajarlah hanya kata-kata pendidikan.
RD : Belajarlah kata-kata keuangan, kata-kata adalah tool kamu yang paling powerfull.
9. PD : Aku bekerja untuk uang.
RD : Uang bekerja untukku.
10.PD : Berfikir untuk menghasilkan uang akan menyelesaikan masalah keuangan.
RD : Mengetahu bahwa pendidikan finansial adalah jawaban masalah keuangan.
Bukan berapa uang yang bisa anda dapatkan yang terpenting, akan tetapi berapa banyak uang dapat anda pegang dan berapa lama uang tersebut anda pegang. 
contoh resensi buku
Kaya, Aset, Liabilitas, dan Kebebasan Finansial contoh resensi buku
Apakah anda ingin kaya? Ya, mayoritas dari kita pasti ingin kaya. Tapi apakah kaya menurut anda? Apakah punya rumah bagus, atau mobil mewah? Apakah memiliki usaha sendiri? Apakah memiliki tabungan uang bermilyar-milyar? Saya yakin meskipun kita semua atau mayoritas kita ingin menjadi kaya, tapi beragam jawaban definisi yang akan diberikan, atau bahkan kita tidak memiliki jawaban apakah kaya itu. Hal ini penting, karena segala sesuatu kita lakukan harus memiliki tujuan yang jelas. Kalau anda ingin kaya, maka anda perlu tahu apa itu kaya, atau paling tidak menurut definisi anda sendiri apa itu kaya. Ada mungkin sebagian orang bahwa menjadi kaya adalah tidak baik, membawa kita kepada keserakahan, lupa diri, dan hal-hal yang negatif. Hal ini adalah keliru. Kemiskinan dan tidak memiliki keamanan finansial itu adalah sumber dari banyak masalah hidup. contoh resensi buku
Menurut Robert T Kiyosaki kekayaan adalah berapa lama harta anda mampu menghidupi anda ketika anda tidak bekerja atau tidak menghasilkan pemasukan apapun. Anda bisa dikatakan kaya, kalau anda dapat hidup seumur hidup anda secara terjamin tidak kurang suatu apa, meskipun saat ini tidak bekerja lagi atau tidak menghasilkan pemasukan. Menurut saya hal ini lebih masuk akal dan dan fungsional. Meskipun anda memiliki uang sangat banyak belum tentu anda lebih kaya dari orang lain yang memiliki uang atau harta yang lebih sedikit dari anda. Anda memiliki uang 10 juta, dan pengeluaran anda sebulan 2 juta, maka kekayaan adan adalah 5 bulan. Sedangkan orang yang memiki uang 20 juta, tetapi pengeluaran bulanannya 5 juta, kekayaannya adalah 4 bulan. Tapi apabila pengeluaran anda sebulan 2 juta, sedangkan uang anda sedangkan tabungan anda 1, 5 milyar, secara hitung kasar cukup untuk menghidupi pengeluaran anda seumur hidup, Itu artinya anda kaya. Sekarang coba anda jawab, apakah anda sudah kaya saat ini dan apakah anda ingin kaya atau hidup terjamin seumur hidup? contoh resensi buku
Untuk menjadi kaya hal yang harus dimengerti pertama kali adalah tahu dan bisa membedakan aset dan liabilitas, kemudian berusaha semaksimal mungkin untuk mengumpulkan atau mengusahakan aset dan menekan atau meminimalisir pemilikan liabilitas. Beberapa kali kita sudah membicarakan aset dan liabilitas. Tapi mari kita bahas sekarang dengan lebih jelas. Aset adalah segala sesuatu yang kita miliki yang dapat menghasilkan pemasukan untuk kita. Sederhananya, apa saja yang anda miliki yang dapat memasukkan uang ke dompet anda. Sedangkan Liabilitas adalah apa saja yang anda miliki yang dapat mejadi sumber pengeluaran kita. Atau apa saja yang kita miliki sekarang ini yang dapat mengeluarkan uang dari dompet anda. Segala sesuatu yang anda miliki itu pada dasarnya dibagi menjadi dua itu saja. Tapi saya yakin kita kebanyakan memiliki liabilitas lebih banyak daripada aset. Contoh aset : Deposito menghasilkan interest, Saham menghasilkan deviden, Rumah dikontrakkan menghasilkan uang kontrakan, Komputer dan internet menghasilkan uang online busines, warnet, toko, rental mobil, franchise, reksadana, obligasi dan masih banyak lagi. Itu semua menghasilkan uang untuk anda. Sedangkan contoh liabilitas adalah : Handphone menghabiskan pulsa, televisi menghabiskan listrik, komputer dan internet yang hanya digunakan untuk kesenangan dan mencari gambar porno, mobil, rumah tempat tinggal, mesin cuci, kulkas, dan masih banyak lagi. contoh resensi buku
Coba anda lihat kesekeliling anda sebentar. Saya yakin kebanyakan dari kita memiliki lebih banyak liabilitas daripada aset. Mungkin anda akan menanyakan, kalau televisi adalah liabilitas. Apakah kita tidak boleh memilikinya? Bagaimana dong nanti tidak bisa nonton sinetron? Yang perlu anda lakukan adalah menyadari bahwa televisi adalah liabilitas. Kalau anda ingin kaya maka anda harus menekan liabilitas, dengan cara apa? Kurangi penggunaan televisi. Jangan biarkan televisi nyala terus meski tidak ada yang nonton, atau tetap menyala meskipun anda tertidur. Dengan menyadari televisi adalah liabilitas, janganlah membeli televisi yang terlalu berlebihan, ukuran besar dengan konsumsi listrik yang besar. Mungkin anda akan mengatakan saya ingin menikmati hidup, kenapa saya tidak boleh beli televisi yang mahal? Boleh, anda boleh menikmati itu semua setelah anda kaya dan mencapai kebebasan finansial. contoh resensi buku
Ya, kita boleh menikmati gaya hidup yang kita inginkan tanpa terbatas jika anda sudah kaya dan mencapai kebebasan finansial. Sebelum kaya, anda perlu mencapai kebebasan finansial. Kebebasan finansial adalah suatu kondisi dimana pemasukan dari seluruh aset yang anda miliki lebih banyak daripada pengeluaran hidup dan pengeluaran dari seluruh liabilitas anda. Misalkan anda memiliki 3 rumah yang dikontrakkan (aset), dan 3 rumah tersebut bersih menghasilkan 60 juta/tahun, sedangkan pengeluaran bulanan anda total adalah 4 juta (48 juta/tahun), maka itu berarti anda sudah mencapai kebebasan finansial. Ya, kita perlu mencapai kebebasan finansial. Ketika kita sudah mencapai kebebasan finansial, maka hidup kita akan menjadi lebih baik dan bermakna. Anda dapat menjadi dan memilih hidup seperti apapun yang anda inginkan tanpa ada kekawatiran anda tidak bisa menghidupi keluarga. Anda ingin tidak bekerja sama sekali? Anda ingin mendharmakan hidup anda untuk agama dan sosial? atau anda ingin terus bekerja untuk menambah bekal anak atau untuk aktualisasi diri daripada menganggur? Anda ingin memperbesar bisnis dan aset anda? Semua bisa anda pilih dengan perasaan tenang ketika kebebasan finansial sudah anda capai. Bagaimana cara menjadi bebas finansial dan kaya? kuncinya adalah aset .. aset .. aset .. dan kurangi liabilitas .. liabilitas .. liabilitas. Mari sejak saat ini, kita lebih bijaksana dengan menekan nafsu untuk membeli liabilitas dan berusaha meningkatkan aset. contoh resensi buku
Source : healthyprosperous.wordpress.com
  • keyword result :
  • Contoh resensi
  • Contoh resensi buku
  • Contoh resensi film
  • Contoh resensi novel
  • Contoh resensi buku pelajaran
  • Resensi novel perahu kertas
  • Resensi novel surat kecil untuk tuhan
  • Resensi novel negeri 5 menara
  • Resensi novel dealova
  • Resensi novel refrain
  • Resensi novel 5cm
  • Resensi novel twilight
  • Pengertian resensi
  • Unsur unsur resensi
  • Pengertian resensi buku
  • Unsur resensi
  • Resensi buku terbaru
  • Tujuan resensi
  • Apa itu resensi

Mengulas Poster Propaganda Revolusi Kebudayaan Mao Tse Tung | Resensi Buku

Cover Buku

Contoh resensi, contoh resensi buku, contoh resensi film, contoh resensi novel, contoh resensi buku pelajaran
 Judul:  Chinese Propaganda Posters

Essay: Anchee Min, Duo Duo, dan Stefan R Landsberger

Penerbit: Taschen, Jerman,  2011

Halaman: 320 halaman

Harga; HK $ 128

Buku ini  memang lebih memiliki banyak gambar ketimbang teks. Namun gambar yang termuat di dalam bukanlah gambar biasa. Gambar tersebut tak lain poster-poster propaganda Mao Tse Tung ketika ia memgang kekuasaan di Cina. contoh resensi buku

Seperti halnya banyak pemegang kekuasaan, Mao pun ingin mempertahankan statusnya sebagai pemimpin partai. Apalagi ia mencetuskan Revolusi Kebudayaan di negeri itu hingga tahun 1970-an. Ia menyebutanya Great Leap. contoh resensi buku

Dari poster propaganda tersebut, Mao tidak hanya mempopulerkan Revolusi Kebudayaan, melainkan juga berusaha untuk mengultuskan dirinya. Usahanya boleh dibilang berhasil. Buktinya hingga kini masih banyak orang yang percaya dengan kebenaran ajaran Mao. contoh resensi buku

Dalam poster-poster yang termuat dalam buku ini, Mao menggambarkan dirinya sebagai sosok yang dicintai oleh rakyatnya, dan  dapat membawa Cina ke arah yang kebih baik, Cina yang lebih makmur di bawah pemerintahan partai komunis. contoh resensi buku

Bahkan beberapa poster memperlihatkan pentingnya “melupakan” kepentingan diri sendiri, bahkan nyawa, untuk kepentingan partai. contoh resensi buku

Tapi toh dari beberapa catatan litartur yang ada, usaha Mao ternyata hanya isapan jempol. Usaha untuk memakmurkan Cina justru membawa penderitaan bagi rakyat. Bagaimana tidak, ketika Mao berkuasa kemiskinan semakin menjadi-jadi, kebebasan menjadi barang langka, dan tekanan terjadi kepada mereka yang dianggap memiiki orientasi ke Barat. contoh resensi buku

Poster-poster yang ada dalam buku ini paling tiak menjadi sebuah “monumen” yang mengingatkan kembali kepada siapa saja bahwa kekuasaan cenderung melanggengkan diri, dengan menghalalkan segala cara. contoh resensi buku

Kekurangan buku ini, menurut hemat saya, tidak adanya sebuah analisa yang memadai atas poster-poster tersebut. Poster-poster tersebut hanya memiliki data seputar pembuatnya, judul, dan latar belakang dibuatnya poster tersebut. Jika saja poster tersebut dilengkapi dengan kajian yang mendalam dengan melibatkan metodologi tertentu, semisal semiotik, maka buku ini akan menjadi lebih bernas. contoh resensi buku

Salah satu contoh poster dalam buku, dari www.taschen.com
Contoh poster lain dalam buku: www.taschen.com

*) Catatan: buku ini diperoleh penulis dalam perjalanan menuju Hong Kong pada bulan September 2012. Tidak ada catatan apakah buku dijual di Indonesia atau tidak. info: www.taschen.com  contoh resensi buku

Source : ulas-buku.blogspot.com
  • keyword result :
  • Contoh resensi
  • Contoh resensi buku
  • Contoh resensi film
  • Contoh resensi novel
  • Contoh resensi buku pelajaran
  • Resensi novel perahu kertas
  • Resensi novel surat kecil untuk tuhan
  • Resensi novel negeri 5 menara
  • Resensi novel dealova
  • Resensi novel refrain
  • Resensi novel 5cm
  • Resensi novel twilight
  • Pengertian resensi
  • Unsur unsur resensi
  • Pengertian resensi buku
  • Unsur resensi
  • Resensi buku terbaru
  • Tujuan resensi
  • Apa itu resensi

Jurnalis Berkisah | Resensi Buku

Cover Buku
Contoh resensi, contoh resensi buku, contoh resensi film, contoh resensi novel, contoh resensi buku pelajaran
Judul: Jurnalis Berkisah

Penulis: Yus Aryanto

Penerbit: Metagraf

Tahun: 2012

Tebal:  227 halaman

Harga: Rp. 47.000


Wartawan adalah profesi yang memiliki risiko tinggi. Intimidasi serta ancaman kekerasan adalah hal yang mengintipnya setiap saat. Hanya idealisme dan keterpanggilan yang membuat seorang juru berita bertahan dengan profesi itu. contoh resensi buku
Menjabarkan semua itu dalam sebuah manuskrip yang teoritis hanya akan menghasilkan sebuah pemahaman yang kering. Berbeda jika hal itu dideskripsikan ataupun dituturkan si juru berita. contoh resensi buku
Itulah yang membuat buku ini menarik disimak sebagai sebuah teks yang menggambarkan mozaik kecil jagat jurnalistik, khususnya di Indonesia. Dari sini pembaca tidak hanya mencerap ikhwal kerja jurnalistik, melainkan juga berbagai dinamika yang terjadi di dalamnya. contoh resensi buku
Buku yang menceritakan kembali pengalaman para wartawan memang bukan barang baru. Seperti dikutip dalam pengantar buku ini, pernah terbit buku Jagat Wartawan Indonesia yang ditulis oleh Soebagijo IN di tahun 1980-an. Pernah juga terbit Pistol dan Pembalut Wanita yang merupakan antologi pengalaman wartawan media cetak yang bertugas di Bandung di tahun 2007. contoh resensi buku
Namun yang membedakan Jurnalis Berkisah dengan buku-buku tersebut ialah disertakannya satu ataupun dua "kasus", berkenaan dengan profesi yang mereka jalani. Inilah yang membuat cerita mengenai para wartawan ini semakin bernas. contoh resensi buku
Misalnya saja Mauluddin Anwar yang terbang ke Lebanon untuk meliput perang yang terjadi di Beirut. Petikan kisah mereka saat berada di medan pertempuran akan menjadi hal menarik tersendiri bagi pembaca.   
Memakai sudut pandang para wartawan dari berbagai jenis media, buku ini bagaikan sebuah representasi dunia media. Lihat saja, di dalamnya ada penuturan Najwa Shihab yang mewakili televisi berita, Telni Rusmitantri yang bergelut di tabloid hiburan, Tosca Santoso yang malang melintang di jurnalisme radio, Erwin Arnada yang pernah memimpin Palyaboy Indonesia, ataupun Linda Christanty yang membangun sindikasi Aceh News Servicecontoh resensi buku
Satu hal yang mengikat kesepuluh jurnalis dalam buku ini, yakni kesetiaan pada profesi dan kebenaran. Memang ada petikan kisah-kisah heroik dari para wartawan tersebut. Namun itu bukan titik sentral, namun sebagai pintu masuk pada persoalan yang lebih besar. contoh resensi buku
Memang, juru berita adalah manusia biasa. Mereka memiliki ketakutan, mereka sempat gentar, pernah terpojokkan. Sebut saja kutipan kisah Linda Christanty yang sempat merasa ragu ketika mendapat tawaran untuk untuk tinggal di Aceh. Memang, Aceh sebagai medan konflik bukanlah tempat yang dimimpikan banyak orang. Tapi toh semua itu ditepisnya. Kepedulianlah yang membawanya terbang ke Aceh. contoh resensi buku
Benar saja, ketika tiba di Serambi Mekkah, banyak hal yang dapat dilakukan oleh Linda. Memberikan penyadaran melalui berbagai medium adalah hal yang diupayakannnya. Termasuk memberdayakan banyak orang muda untuk berbuat lebih banyak bagi Aceh lewat dunia jurnalistik. contoh resensi buku
Lewat buku ini pembaca tidak hanya akan menjumpai romantisme dunia jurnalistik, melainkan kompleksnya dunia jurnalistik terutama ketika ia berbenturan dengan berbagai kepentingan. Di sini neralitas dan keberpihakan harus mencari bentuknya kembali. contoh resensi buku

Source : ulas-buku.blogspot.com

keyword pencarian terkait :
  • Contoh resensi
  • Contoh resensi buku
  • Contoh resensi film
  • Contoh resensi novel
  • Contoh resensi buku pelajaran
  • Resensi novel perahu kertas
  • Resensi novel surat kecil untuk tuhan
  • Resensi novel negeri 5 menara
  • Resensi novel dealova
  • Resensi novel refrain
  • Resensi novel 5cm
  • Resensi novel twilight
  • Pengertian resensi
  • Unsur unsur resensi
  • Pengertian resensi buku
  • Unsur resensi
  • Resensi buku terbaru
  • Tujuan resensi
  • Apa itu resensi
contoh resensi buku

Berpijak Pada Filsafat (3 Jilid) | Resensi Buku

Cover Buku
Contoh resensi, contoh resensi buku, contoh resensi film, contoh resensi novel, contoh resensi buku pelajaran

Judul : Berpijak Pada Filsafat (3 Jilid)

Editor: Toety Heraty Noerhadi

Penerbit: Komunitas Bambu, Jakarta, 2013

Harga: Rp. 200.000,-

Begitu banyak persoalan yang terjadi dalam masyarakat. Setiap persoalan tampak kompleks, dan tidak mudah untuk mencari ujung pangkalnya. Semua itu saling tarik-menarik, saling terkoneksi, dan tidak ada yang berdiri sendiri. contoh resensi buku
Perlu kesabaran untuk dapat melihat persoalan secara detil, komprehensif, dan metodologis. Dengan begitu realitas tampak lebih jelas, lebih benar, sehingga lebih mudah untuk menyelesaikan persoalan yang ada.
Rasanya, filsafat adalah salah satu jalan keluar untuk mencapai hal ini. Filsafat memang bukanlah ilmu praktis yang dengannya kita mudah memecahkan persoalan yang ada. Namun filsafat akan membawa kita untuk “lebih tertib” dalam memandang persoalan. Artinya persoalan dilihat secara logis, dengan mempertimbangkan berbagai premis ataupun asumsi-asumsi secara tepat. contoh resensi buku
Itulah yang ingin disampaikan oleh buku ini. Buku yang merupakan kumpulan sinopsis disertasi pada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia ini, adalah sebuah upaya mengajak masyarakat, terutama masyarakat akademis, untuk berpikir secara logis dan kritis. Tanpa daya kritis, realitas yang diamati tidak akan muncul sebagaimana adanya. Sebaliknya, realitas yang muncul adalah palsu, sehingga jika ditawarkan penyelesaian,  itu pun palsu. contoh resensi buku
Lewat buku ini, pembaca diajak untuk lebih tajam melihat segala hal. Penilaian semena-mena tanpa dasar yang kuat hanya menunjukkan kedangkalan berpikir. Sedangkan realitas di sekitar kita—seperti halnya manusia—sesungguhnya merupakan realitas yang belum selesai. contoh resensi buku
Berpijak Pada Filsafat sebagai sebuah usaha rekam jejak perjalanan Program Doktoral Filsafat FIB Universitas Indonesia, boleh saja diacungi jempol. Sebuah perguruan tinggi sudah selayaknya menerbitkan hasil-hasil riset mereka ke publik. Perguruan tinggi harus memiliki kedekatan dengan masyarakat. contoh resensi buku
Kelebihan buku ini adalah tema yang sangat bervariasi, mulai dari Bioetika, Epistemologis, Filsafat Politik, Filsafat Antropologi, Filsafat Sosial, Estetika. Hal ini menunjukkan betapa luas sebenarnya cakupan kajian filsafat. Ia menyentuh berbagai ilmu yang berkaitan dengan manusia. contoh resensi buku
Dalam bidang Bioetika misalnya, filsafat mencoba untuk mengkaji dimensi etis penelitian Human embryonic stem cell. Dalam penelitian ini dilakukan penghancuran terhadap embryo untuk tujuan-tujuan terapi penyakit degeneratif. Pertanyaannya, apakah penghancuran embryo tersebut etis? Bukankah dalam perspektif filsafat embrio tidak memiliki status persona. contoh resensi buku
Membaca  Berpijak Pada Filsafat menyadarkan pembaca bahwa dunia adalah sebuah proses. Karenanya tidak ada yang final dan tidak ada yang mutlak. Semua berubah. Termasuk kita. contoh resensi buku

Source : ulas-buku.blogspot.com
  • keyword result :
  • Contoh resensi
  • Contoh resensi buku
  • Contoh resensi film
  • Contoh resensi novel
  • Contoh resensi buku pelajaran
  • Resensi novel perahu kertas
  • Resensi novel surat kecil untuk tuhan
  • Resensi novel negeri 5 menara
  • Resensi novel dealova
  • Resensi novel refrain
  • Resensi novel 5cm
  • Resensi novel twilight
  • Pengertian resensi
  • Unsur unsur resensi
  • Pengertian resensi buku
  • Unsur resensi
  • Resensi buku terbaru
  • Tujuan resensi
  • Apa itu resensi

Minggu, 07 September 2014

SENDI PERADABAN DI MADINAH | Resensi Buku

Contoh resensi, contoh resensi buku, contoh resensi film, contoh resensi novel, contoh resensi buku pelajaran

SENDI PERADABAN DI MADINAH
Buku
Judul             : Ketika Nabi di Kota: Kisah Sehari-Hari Nabi di Madinah (Menata Sendi-Sendi Ekonomi, Sosial dan Politik)
Penulis           : Dr. Nizar Abazhah
Penerjemah   : Asy’ari Khatib
Penerbit         : Zaman, Jakarta
Cetakan        : I, 2010
Tebal             : 603 Halaman
ISBN            : 978-979-024-232-6
Buku
Suatu hari penduduk Yatsrib berkerumun di setiap sudut kota. Mereka sedang menanti kedatangan utusan Allah beserta rombangan. Kerumunan itu dipenuhi laki-laki, perempuan, orang tua renta sampai anak-anak. Buku
Ketika salah satu warga melihat rombongan Nabi saw. tiba di tepi Yatsrib, serontak keramaian suara penyambutan pun bergelegar. Peristiwa bersejarah ini dikenal dengan nama hijrah, yang terjadi pada tahun 622 Masehi. Buku
Buku
Nabi melakukan hijrah berkaitan dengan kondisi sosio-politik Mekkah. Keadaan itu tidak memungkinkan Nabi saw. untuk terus bermukim dan menyebarkan Islam di Mekkah. Dengan beberapa pertimbangan, Nabi saw. pun memilih Madinah sebagai wilayah transmigrasinya. Buku
Madinah merupakan perkampungan yang terletak sebelah utara Mekkah. Secara geografis, Madinah cocok untuk pertanian. Kondisi itu berbeda dengan Mekkah yang kering dan gersang, sehingga tidak cocok untuk lahan pertanian. Daerah yang mulanya bernama Yatsrib ini sangat strategis untuk perdagangan karena terletak pada jalur rempah-rempah yang menghubungkan Yaman dan SuriahBuku
Oleh sebab itu masyarakat Madinah lebih memilih menetap dibanding nomaden (berpindah-pindah), seperti masyarakat Arab pada umumnya. Masyarakat Madinah memiliki struktur terdiri atas beragam etnis, suku, dan agama. Hal ini disebabkan penduduk yang ada di Madinah merupakan masyarakat urban dari berbagai kabilah. Buku
Madinah menjadi pusat peradaban Islam yang cemerlang diantara imperium Persia dan Romawi. Sendi-sendi peradaban dirintis Nabi dengan membangun pusat ekonomi, spiritual dan pusat pemerintahan pun menjadi prioritas Nabi. Buku
Madinah menjadi wilayah suci bagi umat Islam setelah Mekkah. Nabi saw.bersabda, Madinah adalah haram dari tempat ini hingga tempat ini, tidak boleh dipotong pepohonannya, tidak boleh dilakukan kejahatan di dalamnya. Barangsiapa melakukan kejahatan di dalamnya maka baginya laknat Allah, para melaikat dan seluruh manusia (HR. Imam al-Bukhari). Buku
Nizar Abazhah mengajak kita untuk berwisata ke kota Madinah itu melalui fiksi yang dibalut dengan sejarah dengan apik. Abazhah menyuguhkan dengan cerita yang diambil dari sumber ‘aslinya’, yakni al-Qur’an dan Hadis. Maka, novel ini dapat dikatakan bukan fiksi belaka, tapi benar-benar sejarah peradaban Islam. Buku
Kita diajak untuk menelusuri secara lengkap seluk-beluk kehidupan Nabi saw. di Madinah dengan alur yang sistematis. Dewasa ini belum banyak novel yang menguraikan kehidupan Nabi saw. secara khusus di Madinah dengan lengkap dan kritis seperti halnya dengan novel ini. Buku
Untuk membangun sebuah peradaban, Nabi saw. banyak membangunan fasilitas umum. Misalnya, pusat perekonomian, hutan lindung, kebun, sumur, dan lembah-lembah. Nabi juga mengajarkan kepada masyarakat sekitar untuk hidup bersama tanpa membedakan tingkat dan status sosial.   Buku
Aspek tidak kalah penting lainnya adalah ‘pembangunan’ sumber daya manusia. Nabi saw. ingin membangun tatanan masyarakat yang kukuh, memiliki solidaritas kuat dan hubungan sosial yang erat (hlm. 84).  Semua aspek pembangunan di Madinah dilandaskan pada nilai-nilai al-Qur’an dan Sunnah. Buku
Untuk memperoleh bangunan masyarakat baru tersebut, Nabi menyususn asas-asas pedoman hidup. Yaitu asas persamaan hak dan kewajiban pada seluruh tingkat masyarakat dan harus dipenuhi oleh setiap individu sesuai kedudukan masing-masing (halaman 87).
Dalam sendi politik, Nabi menyusun asas-asas negara yang akan mengalahkan imperium Romawi. Dalam sendi ekonomi, Nabi menegakkan kejujuran dan ekonomi berbasis kerakyatan. Nabi juga menyusun asas-asas hukum yang adil. Untuk itu Nabi membentuk lembaga, semacam menteri, ekonomi, politik, hukum, dan sebagainya. Nabi sendiri sebagai kepala negara di Madinah. Hampir semua peristiwa dan momen-momen bersejarah terekam secara apik dalam novel ini. Buku
Tidak dapat diragukan buku ini memiliki keunggulan yang profetik. Buku ini tidak hanya cocok bagi peminat sastra, tetapi juga relevan bagi penggila sejarah. Walaupun, kekecewaan akan dirasakan oleh para pengagum sastra, karena kita tidak akan menemukan bahasa yang menjulang dengan rangkaian keindahan dan majaz-majaz yang menghiasi. Jadi, buku ini layak dibaca oleh semua kalangan. Buku

*) Peresensi adalah Ahmad Suhendra, Alumni UIN Sunan Kalijaga.


keyword pencarian terkait :

  • Contoh resensi
  • Contoh resensi buku
  • Contoh resensi film
  • Contoh resensi novel
  • Contoh resensi buku pelajaran
  • Resensi novel perahu kertas
  • Resensi novel surat kecil untuk tuhan
  • Resensi novel negeri 5 menara
  • Resensi novel dealova
  • Resensi novel refrain
  • Resensi novel 5cm
  • Resensi novel twilight
  • Pengertian resensi
  • Unsur unsur resensi
  • Pengertian resensi buku
  • Unsur resensi
  • Resensi buku terbaru
  • Tujuan resensi
  • Apa itu resensi